biografi


Hamka Agung balya
Lahir di kota “Tembakau” Jember tahun 1980. Mulai Belajar melukis secara otodidak sejak kecil dan mulai menekuni secara mendalam dunia seni lukis sejak tahun 1997.
Pada tahun 2000 hijrah ke kota “gudeg” Yogyakarta untuk memperdalam dan menimba ilmu dan wawasan seni rupa khusunya seni lukis hingga tahun 2003. Selain belajar dan berkarya, selama di Yogyakarta juga bekerja di sebuah media lokal sebagai penulis lepas rubrik seni rupa dan sekaligus sebagai ilustrator, menjadi pelukis jalanan dan desainer interior freelance.
Agustus 2003 memutuskan untuk hijrah ke pulau “dewata” bali dan bekerja di media lokal di bali sebagai wartawan. Selama di pulau dewata, sering memanfaatkan waktu senggangnya untuk terus menimba ilmu dan memperluas wawasannya dengan mempelajari seni rupa bali dan bergabung dengan komunitas seni rupa yang ada di Denpasar.Bersama rekan-rekannya selain menggelar beberapa ajang pameran lukisan, komik, kartun dan karikatur, juga menerbitkan majalah kartun dan karikatur “ kramotak” yang selalu mengkritisi dunia politik, social, budaya dan dunia seni di bali.
Akhir tahun 2007, memutuskan kembali ke kampung halamannya. Bersama rekan-rekanya yang pernah secara bersama-sama menimbah ilmu di Yogyakarta dan tergabung dalam komunitas “Taring Padi” Yogyakarta, ia mendirikan komunitas keras kepala yang bergerak di dunia seni rupa yang lebih menonjolkan seni kerakyatan ( seni untuk seni dan seni untuk rakyat).
Bersama rekan-rekannya dan para pegiat seni di jember, beberapa kali mengadakan pameran seni rupa lebih sering digelar di luar ruangan dengan tujuan agar lebih muda di nikmati oleh masyarakat umum.
Dan hingga kini selain tetap aktif berkarya, juga bekerja di sebuah media televisi local di Jawa Timur sebagai reporter.

Pengalaman pameran:
1. Pameran seni lukis bersama teras trotoar di depan gedung Soetarjo Universitas Jember (2002).
2. Pameran poster bersama “ Refleksi kemerdekaan RI” di sekitaran monument supersemaer Yogyakarta ( 2003).
3. Painting exhibition V ukmk unej, gedung PKM UNEJ ( 2003).
4. Pameran banner hari bumi di sepanjang jalan Jawa, Tegal Boto, Jember (2003).
5. Pameran kemerdekaan, SAC UNEJ ( 2003).
6. Live painting dies natalis MAHAPALA FE.UNEJ ( 2003).
7. Pameran banner hari tani di bundaran DPDR Jember ( 2003).
8. Pameran seni lukis pembukaan outlet Photot di SAC UNEJ ( 2003).
9. Pameran banner “Perdamaian” di sepoanjang jalan Jawa, Tegal Boto, Jember ( 2004).
10. Pameran seni rupa duet Hamka & Krisna dengan tema “ 2 GANG” di TIKA café Jember ( 2004).
11. Pameran bersama komik 100 meter peringatan hari Aids se dunia, dibalai Pemuda Surabaya ( 2005).
12. Pameran bersama se jawa bali “ Antar kota Antar Propinsi” di aula PMI Cab.Jember ( 2006).
13. Pameran komik bersama “Reportase Lidah Anjing” di toko Buku Toga Mas Surabaya ( 2006).

apakah itu seni

SENI DAN APAKAH ITU SENI? Berbicara tentang pengertian seni, mungkin kita akan merasa sedikit bingung, karena terlalu banyak ahli yang mengartikan persoalan seni. Belum ada kesepakatan yang jelas mengenainya, karena tinjauan yang dipakai berbeda-beda. Sejauh ini, dari berbagai pernyataan tentang seni mengarah pada persoalan kesanggupan akal manusia baik berupa kegiatan rohani maupun fisik untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai artistik(luar biasa), menggugah perasaan orang lain. Namun ada beberapa pengertian seni yang bisa kita jadikan sebagai acuan dalam mempelajari Seni itu sendiri. Yang pertama seni dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan oleh orang bukan atas dorongan kebutuhan pokoknya, melainkan adalah apa saja yang dilakukan semata-mata karena kehendak akan kemewahan, kenikmatan ataupun karena dorongan spiritual (Everyman Encyclopedia). Kedua, seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakan jiwa perasaan manusia (dalam karya Ki Hajar Dewantara, bagian pertama: Pendidikan, Majelis luhur persatuan Taman Siswa, Yogyakarta,1962). Tiga Seni merupakan kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitet (kenyataan) dalam suatau karya yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani penerimanya (Akhidiyat Karta Mihaja,” Seni dalam pembinaan Kepribadian Nasional). Empat Seni merupakan alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikologis atas manusia lain yang melihatnya ( Thomas Munro,Evolution in the Art, The Cleveland Museum of Art, Cleveland,1963). Sedangkan seorang pelukis asal Indonesia S, Sudjojono mengatakan, seni adalah jiwo kethok. Enam Seni adalah karya manusia yang mengkominikasikan pengalaman-pengalaman batinnya; pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya. Kelahirannya tidak didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan pokok, melainkan merupakan usaha melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiannya memenuhi kebutuhan yang sifatnya spiritual (Soedarso Sp). Tujuh seni adalah sebagai transmission 0of feeling (Leo Tolstoy, What is Art?, Bob Merrill, Indiana polis , New york,1960). Delapan Seni merupakan imitasi atau realita tiruan dari alam/ilahi; Sembilan seni lahir dilatarbelakangi adanya dorongan bermain-main (play impuls) yang ada dalam diri seniman (dikembangkan dari teori permainan oleh Frederich Schiller & Herbert Spencer). Dari berbagai pengertian tentang seni tersebut, kita bisa memilih salah satu arti seni dan menyimpulkan apa pengertian seni yang sebenarnya sebagai pedoman dan dalam proses penciptaan karya seni dan guna memahami arti seni. Tentunya hal itu tidak terlepas dari pengetahuan kita tentang seni sebelumnya. Hamka Agung Balya

mencari jati diri

mencari jati diri
aclyric on canvas. 150 x 100 cm.

ledakan jiwa

ledakan jiwa
aclyric on canvas. 200 x 150 cm.

kra'motak

kra'motak
media: campuran. 20x30cm.

iblis budaya

iblis budaya
aclyric on canvas. 50x40cm.

generasi terbelenggu

generasi terbelenggu
acllyric on canvas. 130x100cm.

nyanyian kaum urban

nyanyian kaum urban
acliric on canvas. 200 x 150 cm
Loading...

my profil

Foto saya
jember, jawa timur, Indonesia
aku adalah aku, bukan kamu!